|
Parameter
|
Ikan segar
|
|
Mata
|
Pupil hitam menonjol dengan kornea jernih, bola
mata cembung dan cemerlang atau cerah
|
|
Insang
|
Warna merah cemerlang atau merah tua tanpa adanya
lendir, tidak tercium bau yang menyimpang (off odor)
|
|
Tekstur daging
|
Elastis
dan jika ditekan tidak ada bekas jari serta padat atau kompak
|
|
Keadaan kulit dan lendir
|
Warnanya
sesuai dengan aslinya dan cemerlang, lendir di permukaan jernih dan
transparan dan baunya segar khas menurut jenisnya
|
|
Keadaan
perut dan sayatan daging
|
Perut
tidak pecah masih utuh dan warna sayatan daging cemerlang serta jika ikan
dibelah daging melekat kuat pada tulang terutama rusuknya
|
|
Bau
|
Spesifik
menurut jenisnya dan segar seperti bau rumput laut. Pupil mata kelabu
tertutup lendir seperti putih susu, bola mata cekung dan keruh
|
ikan
Selasa, 29 Mei 2012
Ciri - Ciri Ikan Segar
KLASIFIKASI IKAN NILA (Oreochromis niloticus)
Secara umum klasifikasi ikan
nila menurut
Trewavas
dalam Suyanto (2003), adalah sebagi berikut; Filum Chordata,
Sub Filum Vertebrata, Kelas Osteichtyes, Sub Kelas Acanthopterigii, Ordo Percomophy, Sub Ordo Percoidea, Famili Cichilidae,
Genus Oreochromis, Spesies Oreochromis niloticus.
Menurut Saanin (1986), ikan nila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : bentuk tubuh panjang dan ramping, sisiknya besar berjumlah 24
buah, terdapat gurat
sisi (linea lateralis) terputus-putus di bagian tengah badan kemudian
berlanjut tetapi letaknya lebih kebawah dari pada letak garis yang memanjang di atas sirip dada, matanya menonjol dan bagian tepinya berwarna
putih. Tubuh berwarna
kehitaman atau keabuan, dengan beberapa pita gelap melintang (belang) yang
makin mengabur pada ikan dewasa. Ekor bergaris-garis tegak berjumlah 7-12 buah.
Ikan nila dilaporkan
sebagai pemakan segala (omnivora), pemakan plankton, sampai pemakan aneka tumbuhan sehingga
ikan ini diperkirakan dapat dimanfaatkan sebagai pengendali gulma air. Ikan ini mudah berkembang biak. Secara alami, ikan nila (dari perkataan Nile, Sungai Nil) ditemukan mulai dari
Syria di utara hingga Afrika Timur sampai ke Kongo dan Liberia. Pemeliharaan ikan ini diyakini pula telah berlangsung semenjak peradaban Mesir purba. Karena
mudahnya dipelihara dan dibiakkan, ikan ini segera diternakkan di banyak negara
sebagai ikan konsumsi, termasuk di berbagai daerah di Indonesia. Ikan nila dijual
dalam keadaan segar, dan daging ikan nila sering dijadikan fillet (Wikipedia, 2010).
Suyanto (2003), ikan nila hidup di perairan tawar seperti sungai, danau, waduk dan rawa. Ikan
nila dapat hidup di perairan yang dalam dan luas maupun di kolam
yang sempit dan dangkal dengan kisaran kadar garam 0-35 permil. Nila juga
dapat hidup di sungai yang tidak terlalu deras aliranya.
Suhu optimal untuk
ikan nila antara 25-300C.
Djarijah (2002),
menyatakan bahwa ikan nila
dan
mujair merupakan sumber
protein hewani murah bagi konsumsi manusia.
Karena
budidayanya mudah, harga jualnya
juga
rendah.
Budidaya
dilakukan
di
kolam-kolam atau tangki pembesaran. Pada budidaya
intensif,
nila
dan
mujair
tidak dianjurkan
dicampur dengan ikan lain karena memiliki perilaku agresif. Nilai kurang bagi ikan
ini sebagai bahan konsumsi adalah kandungan
asam lemak omega-6 yang tinggi sementara asam lemak omega-3 yang rendah. Komposisi ini
kurang baik
bagi mereka yang memiliki
penyakit yang berkaitan dengan peredaran darah.
Komposisi kimia daging ikan nila
menurut Rukmana (2003), adalah sebagai berikut; air
65%, protein 17,5%, lemak 3,3% dan abu 0,9%. Ditambahkan
Awang et al., (2002) ikan nila mengandung sumber asam amino yang berguna seperti treonin (175,2
mg/g), leusin (62 mg/g), lisin
(20,5 mg/g), metionin
(11 mg/g), fenilalanin (30 mg/g)
dan tryptophan (15 mg/g).
DAFTAR PUSTAKA
Saanin, H. 1986. Taksonomi dan
Kunci Identifikasi Ikan. Bina Cipta.
Jakarta. 520 hal.
Suyanto, S.R., 2003. Nila. Penebar
Swadaya. Jakarta. 105 halaman.
Wikipedia. 2010. Ikan
Nila. http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_nila. Di
akses pada Maret 2011.
Djauhariya, Endjo. 2003. Mengkudu (Morinda citrifolia L)
Tanaman Obat Tradisional. Perkembangan Teknologi 15(1): 18-23.
Rukmana. R. 2003. Ikan
nila, Budidaya
dan Prospek Agribisnis. Kanisius. Yogyakarta. 95 halaman.
Senin, 09 April 2012
Hmmmm, Korok lagi.....
Masih berkutat tentang korok!!!!
Tak terasa udah lama banget tak ada komunikasian sama si korok, ya habis mau gimana lagi?? Kirim pesan atau inbox juga tak perna di balaz, mau telfon takut ganggu aktifitas dia disana yang mungkin super sibuk. Tapi herannya aku, dia ada OL, tapi kenapa tak ada balaz inbox aku sedikitpun??? Ini kenapa ini? Apa salahku padamu korok??
Senin, 12 Maret 2012
KOROQUNINE
KOROQUNINE
( Lebay Ni Cerita )
Gak jauh-jauh dari korok, tahu gak (tapi pasti uda pada tahu ya kalau tak ada aku tak ada komunikasi lagi sama dia, dia juga mungkin lagi sibuk (atau mungkin hal yang paling parah) jadi lupa deh sama aku!). Jujur banget, sayang dan rindu banget sama dia, tapi apalah daya jika hanya aku aja yang seprti itu, ya terakhirnya sayang rindunya ditelan sendiri!! Hmmmmm, tapi tak apalah biar cepat kenyang aku dan gemuk aku (soalnya aku kurus, tapi gak kurang gizi).
Cintaku sama dia ini udah parah kali?! Sampai-sampai di pintu lemari aku aja ada photo korok yang kebetulan lagi senyum, jadi senang tu tiap hari aku buka lemari terus- terusan, he he he he. Dalam hati aku berkata " Ih, gila betul lah aku ini, sampai segitunya?". Tapi tenang aja, bentar lagi dompet aku juga aku letak photo dia dan setiap saat pasti aku selalu buka dompet ( Biar dilihat orang banyak duit, padahal duit tinggal gopek).
Ada lagi ni, ketika aku lihat film "Upin dan Ipin" ( Ntar aku buat film "Udin dan Idin" bedanya kalau upin ipin kepalanya botak, kalau filmku gak punya kepala, percayalah anak-anak yang lihat pasti langsung matikan TV) aku itu selalu membandingkan translate dan ucapannya dengan tujuan supaya aku bisa bahasa malaysia!!! Hu?! Dasar gila! Selain itu aku kan punya dua FB tu, nah di FB baruku ini sekitar 75% teman adalah "Anak Malaysia", jadi tiap hari aku baca status yang pakai bahasa yang tak aku mengerti sama sekali dengan maksud supaya aku bisa mengerti! Terkadang kalau ingat hal gila ini, jadi ketawa sendiri, ha udah gila aku gara cewek sebiji ini!!!
Sebenarnya sedih sih lihat kondisi seperti ini, rindu tak bisa bertemu, aku juga gak tahu dia ada rasa apa gak!! Tapi yang sudah pasti adalah, aku rindu dan sayang sama korok walaupun dalam kondisi yang tak perna aku inginkan seperti sekarang!! Ya akhirnya aku selain sayang sama dia, aku jadikan dia sebagai sebuah hal yang memacu semangatku (karena hanya itu yang bisa aku harapkan) untuk menggapai apa yang mau aku capai ( dengan kata lain jadi obsesi). Tapi anehnya, dia tu di inbox tak perna balaz, padahal ada kegiatan atau aktifitas yang dia lakukan! Tanya kabarnya aja mesti kali aku tanya sama orang lain, tak apalah yang penting tahu kabarnya.
Ya tapi aku sadar kok, aku ini siapanya lah? Pacar? Bukan. Teman? Kalau dianggap. Saudara? Gak mungkin tapi hanya satu yang pas, Aku Hanyalah Orang Yang Mencintainya. So kalau aku inbox atau ngapailah ke dia dan dia gak ada respon,ya tahankan lah sendiri (kasiannya lah nasibku).
1 lagi, menurut aku yang dia lakukan sekarang itu seperti ikan yang bersifat FOTOTAKSIS NEGATIF.
sumber gambar : tourworldinfo.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)